Sinopsis
Putri Mia dari Kekaisaran Tearmoon, yang kerap dicemooh sebagai “putri egois,” mengakhiri hidupnya di bawah guillotine saat pemberontakan meletus. Namun ketika membuka mata, ia justru terbangun kembali dalam tubuhnya yang berusia dua belas tahun, dengan buku harian berlumuran darah tergeletak di sisi bantal, catatan dari masa sebelum eksekusi itu terjadi. Mendapat kesempatan kedua, Mia bertekad “membangun ulang” kekaisaran. Bukan demi masa depan Tearmoon, bukan pula demi rakyat yang kelaparan atau para prajurit yang gugur, melainkan demi satu hal yang sangat pribadi: menghindari nasib tragis yang sama. Dengan keberanian yang pas-pasan dan niat yang sering kali salah kaprah, langkah-langkahnya yang penuh perhitungan untuk menyelamatkan diri justru memicu keajaiban demi keajaiban dalam kisah fantasi sejarah yang berubah arah.